Slide 1

Berita > Simulasi Evakuasi Bencana


Jumat, 26 April 2019, Dilihat 48 kali

Tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti kapan bencana datang. Contohnya bencana banjir yang terjadi di Garut, Indramayu, Cirebon dan Brebes sebagai akibat meluapnya sungai Cimanuk dan Cisanggarung. Kedatangan bencana seringkali membuat masyarakat panik. Meskipun kondisi ini sangat wajar ketika manusia dihadapkan pada kondisi yang kritis. Namun sebenarnya, kepanikanlah yang justru menjadi sebab timbulnya banyak korban jiwa. Karenanya sebagai upaya mengenalkan tindakan yang harus dilakukan saat terjadi musibah baik banjir maupun gempa,
BBWS Cimanuk Cisanggarung menggandeng, BNPB Kota Cirebon menggelar acara sosialisasi simulasi evakuasi bencana serentak dalam rangka hari kesiapsiagaan bencana tahun 2019. Acara bertempat di ruang rapat dan halaman BBWS Cimanuk- Cisanggarung. Di hadapan seluruh karyawan, Aji Akbar, Instruktur Tim BNPB Kota Cirebon menjelaskan dan memperagakan bagaimana cara terbaik untuk menyelamatkan diri, jika terjadi bencana. Salah satu di antaranya jika terjadi gempa, menghindari benda atau bangunan yang berpotensi roboh. “Jika memang terpaksa harus berada di dalam gedung, maka cara paling tepat untuk menyelamatkan diri adalah dengan menggunakan teknik segitiga kehidupan Doug Copp,” terangnya. Teknik segitiga kehidupan Doug Copp yang dimaksud Aji adalah dengan cara memanfaatkan ruang kosong yang biasanya tersisa di samping benda lunak seperti sofa, kasur, maupun tumpukan kertas. Aji menyarankan, sebaiknya para karyawan bergegas keluar dengan membawa benda yang dirasa bisa melindungi diri seperti tas atau bantal, untuk melindungi kepala dari reruntuhan bangunan dan gedung,
bila bencana gempa melanda. Kegiatan Simulasi ini bertujuan agar pada saat terjadi bencana seluruh karyawan tidak panik sehingga bisa mengetahui bagaimana dan apa yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana. Aji juga menjelaskan langkahlangkah yang mesti diambil saat banjir, seperti memindahkan barangbarang atau perabotan ke tempat yang lebih tinggi, memadamkan listrik dan gas, memantau informasi melalui radio, tv, atau alat komunikasi lainnya. Selain itu, Aji menyarankan untuk memantau tinggi muka airnya. Apakah terus meningkat naik atau tidak. JIka hujan tidak berhenti dan tinggi air tidak surut bahkan cenderung naik, segera persiapkan diri untuk mengungsi ke tempat aman atau tempat yang disediakan Pemerintah. “Jangan lupa siapkan bahan makanan siap saji seperti mie instan, ikan asin, makanan bayi, dan yang paling utama persediaan air bersih. Siapkan juga obat-obatan. Amankankan dokumen-dokumen penting seperti ijazah, akte kelahiran, sertifikat, dan benda-benda berharga lainnya”. Menurut Aji dengan menerapkan
langkah-langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko. Selain itu Dia mengingatkan untuk menjaga kesehatan, “Setelah surut, banjir biasanya membawa sampah, kotoran, lumpur dan genangan air di sekitar rumah. Air kotor dan sampah berpotensi membawa penyakit. Karenanya kesehatan mesti benarbenar diperhatikan”. Simulasi bencana juga dihadiri Pak Budiono, Ka. Satker OP yang melihat langsung bagaimana cara menghadapi dan menangani bencana dan korban pada saat terjadi bencana yang dipraktikkan langsung oleh Pimpinan dan staff BBWS Cimanuk-Cisanggarung didampingi TIM BNPB di lapangan kantor BBWS CimanukCisanggarung. Pak Budi menuturkan kegiatan simulasi ini sangat bermanfaat. “Kami bersyukur tidak menjadi bagian dari yang terkena musibah. Namun tanpa melupakan banyaknya korban yang jatuh, tindakan penyelamatan diri itu penting,” ujarnya Adanya pengetahuan membuat kita bisa mengetahui langkah-langkah awal yang harus dilakukan jika suatu saat terjadi bencana dan penanganan awal korban akibat bencana