Slide 1

Berita > Pembangunan Bendungan Kuningan - Atasi Masalah Air di Pantura


Senin, 18 Maret 2019, Dilihat 19 kali

Pembangunan bendungan Kuningan merupakan salah satu upaya pengelolaan sumber daya air di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung. Tepatnya untuk mengatasi permasalahan kebutuhan air di wilayah Pantura. Bendungan Kuningan terletak di Sungai Cikaro, anak cabang sungai Cijangkelok dengan sungai Cisanggarung sebagai sungai utamanya. Daerah genangan bendungan Kuningan meliputi 5 desa dan 2 kecamatan yaitu kecamatan Cibeureum (desa Randusari, Kawungsari, Sukarapih) dan Kecamatan Karangkancana (Desa Tanjungkerta dan Desa Simpay Jaya) Kabupaten Kuningan. Sementara lokasi pembangunan bendungannya terletak di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. “Progress fisik pembangunan bendungan yang dimulai tahun 2013 ini sudah mencapai 95,7%, diperkirakan
Juli tahun 2019 ini akan rampung semua,” kata Asrul Pramudiya, Ka. SNVT Pembangunan Bendungan, BBWS Cimanuk Cisanggarung. Volume tampungan total bendungan sebesar 25,955 juta m3, akan dimanfaatkan untuk mengairi lahan seluas 3000 ha (DI Cileuweng 1000 ha dan DI Jangkelok 2000 ha). Bendungan juga akan dimanfaatkan sebagai pengendali banjir, air baku 300 liter/detik, dan PLTA 500 kW. Khusus untuk bendungan Kuningan instalasi PLTA dibangun sendiri oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung. “Mengenai pembebasan lahan tinggal menyisakan sedikit wilayah di desa Kawungsari, Cibeureum. Saat ini dalam tahap penilaian TJPP. Masalah ini sudah kami koordinasikan ke pemerintah Pusat khususnya di Pusat Bendungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab. Kuningan,” kata pak Asrul yang pernah berdinas di Balai Sumatra VI selama 13 tahun. Menurut pak Asrul, memang ada kendala dalam pembebasan lahan ini. Masyarakat meminta penggantian lahan dan juga relokasi. Tanahnya dibeli lalu disediakan rumah baru. Hal itu tentunya bertentangan dengan undang-undang no. 2 tahun 2012 tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum. Di sana jelas menyebutkan pembebasan lahan dilakukan dengan ganti rugi atau relokasi atau hibah atau lain-lain. Model penggantiannya hanya salah satunya. “Kasus desa Kawungsari menuntut pembayaran yang akan tercatat double di keuangan. Tuntutan tersebut sulit untuk direalisasikan. Karena sejauh ini kami belum menemukan landasan peraturan yang memungkinkan hal itu bisa dilakukan. Dan hal ini menyulitkan kami karena akan memosisikan kami berseberangan dengan undangundang tersebut”. Masalah pembebasan lahan ini akhirnya dikoordinasikan dengan Pusat Bendungan di Jakarta. Bahkan sudah dirapatkan juga ke Menko Perekonomian. Balai juga berkoordinasi dengan BPKP Provinsi Jawa Barat dan koordinasi lisan ke Kejati Jabar. “Informasi terakhir, ketika kami melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ada kesepakatan bahwa permasalahan ini harus dibawa ke atas, Pemerintah Pusat. Saat itu juga hadir Bupati Kuningan, BPKP Provinsi dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Provinsi Jawa Barat,” tutur alumni Teknik Sipil ini. Bendungan Kuningan merupakan satu dari dua proyek strategis
nasional yang dikerjakan BBWS Cimanuk Cisanggarung. Lainnya adalah Bendungan Cipanas, Garut. Proyek Strategis Nasional merupakan bagian dari Nawacita Presiden Jokowi. Bendungan ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan dan air, seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan infrastruktur di Indonesia, Pemerintah melakukan upaya percepatan proyek-proyek yang dianggap strategis dan memiliki urgensi tinggi untuk dapat direalisasikan dalam kurun waktu yang singkat. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, terdapat 223 proyek dan 3 program yang meliputi 12 sektor proyek dan 3 sektor program yang diantaranya ada 51 proyek sektor bendungan, 69 proyek sektor jalan, 8 proyek sektor air dan sanitasi, dan lain-lain. Keseluruhan proyek yang tersebar di Indonesia memiliki estimasi nilai investasi sebesar Rp 4.150 triliun.
Dalam satu kesempatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan sebanyak 79 proyek strategis nasional (PSN) ditargetkan selesai pembangunannya di kuartal ketiga tahun 2019. “Saya disini untuk memastikan bahwa pembangunan bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat ini sesuai dengan output yang sudah ditentukan. Dan selama ini proses pembangunannya masih sesuai dengan jadwal,” kata ayah dua anak ini. Ada 2000 ha DI Jangkelok di Brebes yang akan mendapat manfaat langsung dari waduk Kuningan ini. Bahkan dulu ada wacana 2000 ha itu nantinya untuk mengembangkan pertanian beras ketan. Karena daerah sekitar itu adalah produsen tape ketan. Mereka membutuhkan bahan baku ketan yang cukup banyak. “Dengan adanya pembangunan bendungan Kuningan ini, saya berharap masyarakat bisa menerima dan dapat bermanfaat terutama untuk masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kuningan,” tutupnya.