Slide 1

Berita > Tanam 10.000 Magrove di Pesisir


Senin, 18 Maret 2019, Dilihat 37 kali

Sebanyak 10 ribu bibit mangrove ditanam di pesisir desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan diselenggarakan BBWS Cimanuk - Cisanggarung bersama Komunitas Peduli Sungai SLH (Sanggar Lingkungan Hidup) Cirebon.
Penanaman 10.000 pohon Mangrove dilakukan secara bertahap. Setiap tahapannya melibatkan komunitas dan siswasiswi pelajar daerah sekitar. Mangrove selain mencegah abrasi, sudah banyak terbukti memiliki manfaat secara ekonomi bagi masyarakat. Contohnya hutan mangrove di Indramayu. Awalnya hanya sebagai pencegah abrasi. Namun lama kelamaan area tersebut berkembang menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi warga lokal dan domestik. Selain itu, ada puluhan produk dari mangrove yang dibuat masyarakat. Sebelum penanaman mangrove di desa Klayan, seluruh peserta kegiatan melakukan bersih-bersih pantai. Utamanya dari sampahsampah plastik yang bertebaran di bibir pantai. Adha Fuad, Seksi Pelaksanaan OP SDA yang mewakili BBWS Cimanuk - Cisanggarung mengatakan dengan diadakannya penanaman pohon mangrove ini diharapkan bisa menjaga kelestarian lingkungan pantai dan menjaga kelangsungan ekosistem biota laut dan sekitarnya. Seperti diketahui kerusakan ekosistem mangrove di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 70 persen dari luas 1.384 hektar. Selain itu sekitar 54 kilometer garis pantai 80 persennya sudah tergerus abrasi air laut dan mengancam lingkungan perumahan serta tambak di sepanjang pesisir.
"Penyelamatan lingkungan seharusnya tidak cuma dipasrahkan pada pemerintah. Semua elemen masyarakat harus memahami pentingnya ekosistem mangrove sebagai penunjang keberlangsungan pesisir," katanya. "Di sini, kami membuktikan bahwa masyarakat, komunitas dan pemerintah bisa bekerja sama untuk memulihkan kawasan bakau," ujarnya lagi. Cecep Supriyatna dari Sanggar Lingkungan Hidup (SLH) mengatakan penanaman pohon mangrove dilakukan secara
bertahap dan diikuti pelajar, komunitas dan juga kumpulan pecinta alam. Kegiatan penanaman pohon mangrove diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Dengan merawat dan menjaga alam kita akan merasakan manfaatnya terutama untuk anak cucu kita kelak,” katanya. Dia berharap, setelah ditanam warga sekitar mau merawatnya. Perawatan tidak hanya dilakukan oleh penanam, namun peran masyarakat sekitar adalah faktor terpenting tumbuh kembangnya mangrove menjadi hutan nantinya. Karena mereka adalah orang terdekat dan nantinya akan merasakan manfaat hutan mangrove secara langsung