Slide 1

Berita > Sampah dan Penyempitan Sungai Sebabkan Banjir Indramayu


Rabu, 15 Mei 2019, Dilihat 68 kali

Sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu tergenang banjir sebagai akibat meluapnya Sungai Cimanuk. Banjir merendam lima kecamatan yakni Indramayu, Sindang, Lohbener, Cantigi, Pasekan. Imbasnya ribuan rumah terendam, aktifivitas masyarakat terganggu. Luapan Sungai Cimanuk juga merendam jalur lintas kecamatan sehingga mengakibatkan transportasi terganggu. Tim BBWS Cimanuk-Cisanggarung langsung diturunkan untuk memantau lokasi. Tim mendata ketinggian air di berbagai wilayah banjir. Ketinggian air bervariasi dari yang semata kaki sampai yang mencapai pinggang orang dewasa. Banjir di desa Plumbon Dukuh dan Pekandangan Jaya misalnya mencapai 80 centimeter. Tingginya air menyebabkan air melimpas dari tanggul sungai dan menggenangi permukiman warga. Seperti di Desa Dukuh, Plumbon, dan Pekandangan Jaya, Indramayu. Tinggi tanggul sungai Cimanuk di Desa Plumbon hanya 1,5 meter. Air meluap menggenangi ratusan rumah di tiga desa tersebut. Warga harus dievakuasi karena banjir yang cukup tinggi. Akibat banjir sebanyak 3.206 unit rumah terendam. Hingga Selasa malam warga bertahan di rumahrumah keluarga dan fasilitas umum dan tempat lainnya.
Bupati Indramayu, Supendi bahkan mengeluarkan Surat Keputusan Pernyataan Darurat selama dua pekan. BNPB mencatat sebanyak 11.079 jiwa per 3.310 KK yang terdampak banjir mengungsi. Supendi juga meminta agar pengelola Bendung Rentang mengurangi debit air yang dialirkan ke sungai Cimanuk. Pengurangan debit air dari Bendung Rentang untuk memperkecil banjir yang semakin meluas. Dia mengatakan sudah meminta secara langsung kepada pengelola Bendung Rentang di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Bupati juga mengatakan, debit air yang tinggi ke sungai Cimanuk membuat air meluap ke sejumlah desa yang terletak di pinggir Sungai Cimanuk. Kondisi tersebut juga berbahaya mengingat adanya 4 titik tanggul kritis mulai dari Bangkir hingga Waledan. Dalam kesempatan terpisah Kepala BBBWS Cimanuk Cisanggarung, Happy Mulya yang turun langsung ke lokasi bencana menyatakan akan membuka jalur sungai Cimanuk Lama untuk mengurangi dan mempercepat proses pengurangan debit air di beberapa tempat. Sementara untuk kota Indramayu, BBWS akan mengupayakan pemompaan air untuk mengatasi genangan-genangan air yang masih menggenang atau belum bisa dialirkan. Menurut Pak Happy, banjir Indramayu selain berasal dari Bendung Rentang, ada juga hujan di daerah hulu Cipelang, Cilutung, Cikeruk, dan Cipawangi yang menambah debit di Sungai Cimanuk. “Kita melepas air 1000 meter kubik perdetik dari Bendung Rentang, sementara debit air dari Cikeruk, Cipawangi, Cipelang dan Cilutung sekitar 400 meter kubik perdetik.
Luber melebihi kapasitas sungai Cimanuk yang hanya mampu menampung 1300 meter kubik perdetik sehingga terlampaui”. Selain hal tersebut terjadinya penyempitan alur sungai di hilirnya yang disebabkan adanya bangunan (pabrik kerupuk) yang dibangun menjorok ke dalam sungai. Menurut pak Happy bencana seperti ini karena sebab alami. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus lintas kementerian, lintas institusi, lintas stakeholder, dan yang paling banyak berperan tentunya masyarakat," katanya. Karenanya pak Happy berpesan agar masyarakat ikut menjaga kondisi alamiah sungai. “Kalau dahulu lebar sungainya 30 meter misalnya, tolong jangan mendirikan bangunanbangunan yang mempersempit aliran sungai. Sampah-sampah juga hendaknya dibuang di tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah kabupaten. Dua hal ini menjadi penyebab banjir yang akibatnya langsung dirasakan masyarakat sendiri”. Ditambahkan juga adanya tanggul kritis yang disebabkan pengambilan tanah tanggul untuk bahan pembuatan bata oleh warga. Pada hari Senin pagi, ketinggian air Sungai Cimanuk di wilayah Bangkir menyentuh tinggi 5 meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu pun menetapkan status awas terhadap Sungai Cimanuk. Petugas dibantu warga berbondongbondong menahan luapan air menggunakan karung pasir. Namun tanggul darurat itu belum mampu menahan derasnya terjangan arus. Kebanyakan wilayah tergenang berada di sepanjang aliran Sungai Cimanuk. Selain di wilayah-wilayah tersebut, banjir juga menggenangi akses jalan salah satu lajur jalan yang menghubungkan IndramayuJatibarang. Akibatnya jalur yang mengarah ke Indramayu lumpuh tak bisa dilintasi kendaraan karena tinggi muka air mencapai sekitar 30. Kendaraan pun harus berbagi jalan di jalur berlawanan yang tergenangi air tidak begitu tinggi.